Baiklah, inilah kisah dracin berjudul "Aku Adalah Folder 'Jangan Dihapus' Yang Akhirnya Dihapus," dengan sentuhan yang Anda minta: **Aku Adalah Folder "Jangan Dihapus" Yang Akhirnya Dihapus** Aula Emas Istana Kaisar Tianlong memancarkan kemegahan yang *menusuk mata*. Ribuan lilin menari di atas pilar-pilar giok, memantulkan cahaya ke lantai marmer yang dipoles hingga berkilau. Namun, di balik kemegahan ini, udara terasa berat dengan bisikan pengkhianatan dan tatapan tajam para pejabat istana. Mereka bagaikan serigala yang mengintai, menunggu kesempatan untuk menerkam. Aku adalah Pangeran Kedua, Li Wei. Di mata mereka, aku hanyalah *folder "Jangan Dihapus"*. Anak haram yang dijaga keberadaannya demi alasan politik semata. Namun, aku punya satu aset yang tak ternilai: cintaku pada Putri Mahkota, Ming Yue. Ming Yue... namanya saja sudah cukup untuk membuatku kehilangan akal sehat. Dia bagaikan rembulan di tengah kegelapan istana. Kecantikannya mempesona, kecerdasannya mengagumkan, dan hatinya... *hatinya adalah alasan aku masih bernapas*. Hubungan kami terlarang, tentu saja. Ming Yue dijodohkan dengan Pangeran Mahkota, saudara tiriku yang haus kekuasaan. Namun, di balik tirai sutra dan di balik dinding perpustakaan kuno, kami bertemu. Kami saling berbagi rahasia, mimpi, dan... cinta. "Wei, kita tidak bisa terus seperti ini," bisiknya suatu malam, air mata menggenang di pelupuk matanya. "Jika ketahuan, kita berdua akan mati." Aku menggenggam tangannya erat. "Aku akan melakukan apapun untukmu, Yue. *Apapun*." Janji itu menjadi pedang bermata dua. Aku mulai bermain dalam permainan takhta, mengumpulkan sekutu, mencari celah dalam pertahanan Pangeran Mahkota. Aku lakukan semua itu demi Ming Yue, demi masa depan kami berdua. Aku pikir, cintaku akan cukup untuk melindungi kami. Betapa *naifnya* aku. Pangeran Mahkota, dengan senyum liciknya, mengetahui segalanya. Dia menggunakan Ming Yue sebagai umpan. Dia menjebakku dalam pengkhianatan palsu, menuduhku ingin merebut takhta. Di hari penghakiman, aku berdiri di hadapan Kaisar, dikelilingi oleh para pengawal bersenjata. Ming Yue berdiri di samping Pangeran Mahkota, wajahnya tanpa ekspresi. Dia tidak membantah tuduhan itu. Dia tidak membelaku. "Li Wei," titah Kaisar dengan suara dingin. "Atas pengkhianatanmu, kau dijatuhi hukuman mati." Saat algojo mengangkat pedangnya, aku menatap Ming Yue. Matanya bertemu dengan mataku, dan untuk sesaat, aku melihat *kilatan penyesalan* di sana. Tapi itu hanya sekejap. Kematianku hanyalah awal dari rencananya. Pangeran Mahkota segera naik takhta, dan Ming Yue menjadi Permaisuri. Dia memiliki semua yang diinginkannya: kekuasaan, status, dan... *seorang tahanan*. Bertahun-tahun kemudian, kudengar kabar tentang Pangeran Mahkota yang jatuh sakit parah. Para tabib istana tidak mampu menyembuhkannya. Penyakitnya aneh dan mematikan, seolah diracun secara perlahan namun pasti. Suatu malam, seorang dayang menghadapku. Wajahnya pucat, tangannya gemetar. Dia menyerahkan selembar kertas kecil kepadaku. Di sana tertulis: "Wei, aku tahu kau masih hidup. Maafkan aku. Aku terpaksa melakukan itu. Sekarang, saatnya aku menebus kesalahanku. Racun yang membunuh Pangeran Mahkota... *aku yang memberikannya*." Di akhir surat itu, ada satu kalimat yang membuatku tertegun: "*Aku tidak pernah mencintaimu, Wei. Aku hanya mencintai kekuasaan.*" Dan kemudian, semuanya menjadi jelas. Aku hanyalah *bidak* dalam permainannya yang rumit. Folder "Jangan Dihapus" yang disimpan hanya untuk kemudian dihilangkan ketika tidak lagi berguna. Namun, kini takhta kosong, dan bisikan mulai berhembus tentang seorang *putra mahkota yang tidak pernah diakui*. ***Sejarah baru saja menulis ulang dirinya sendiri, dan tinta yang digunakannya adalah racun dan balas dendam.***
You Might Also Like: Mimpi Dipatuk Kancil Simak Penjelasannya
