Tentu, ini dia kisah dracin berjudul 'Cinta yang Lahir di Zaman yang Salah': **Cinta yang Lahir di Zaman yang Salah** Aula Emas Istana Chang'an berkilauan di bawah cahaya ribuan lilin. Namun, kilauan itu tak mampu menutupi atmosfer mencekam yang terasa begitu pekat. Tatapan tajam para pejabat, seperti elang lapar, mengamati gerak-gerik Kaisar Li Wei dan Permaisuri Xiao Rou. Di balik tirai sutra yang menjuntai, bisikan pengkhianatan merayap, meracuni setiap sudut istana. Kaisar Li Wei, dengan wajah yang dipahat oleh kekuasaan dan kesepian, memandang Xiao Rou. Wanita itu, *perwujudan keanggunan* dalam gaun phoenix merah, membalas tatapan suaminya dengan senyum yang tak pernah mencapai matanya. Cinta mereka, yang pernah berkobar seperti api unggun di malam musim dingin, kini hanyalah bara yang hampir padam. "Xiao Rou," bisik Li Wei, suaranya nyaris tenggelam dalam gemuruh pujian para pejabat. "Apakah kau benar-benar menginginkannya?" Xiao Rou mengangguk pelan. "Kekuatan adalah satu-satunya bahasa yang dipahami di istana ini, Yang Mulia. Aku menginginkannya, bukan untuk diriku sendiri, tapi untuk melindungi apa yang kumiliki." Cinta mereka memang menjadi permainan takhta. Setiap janji adalah pedang yang bisa menikam kapan saja. Li Wei, terikat oleh sumpah setia kepada kerajaannya, harus memilih antara cinta dan kekuasaan. Xiao Rou, terjebak dalam labirin intrik istana, belajar bahwa cinta adalah kelemahan yang harus disembunyikan. Berita mengenai pemberontakan di perbatasan utara menjadi percikan yang menyulut api. Kaisar Li Wei, dipaksa untuk memimpin pasukan, meninggalkan istana dalam keadaan genting. Xiao Rou, yang dianggap lemah dan rapuh oleh para pejabat, ternyata memiliki kekuatan yang tak terduga. Di balik senyum lembut dan mata berkaca-kaca, Xiao Rou menyusun rencana balas dendam yang *sempurna*. Dia memanipulasi, berbohong, dan mengkhianati, mengubah setiap musuh menjadi pion dalam permainannya. Para pejabat yang meremehkannya mati satu per satu, terperangkap dalam jaring intrik yang mereka sendiri tenun. Ketika Li Wei kembali, dia menemukan istana yang telah berubah drastis. Xiao Rou, bukan lagi wanita yang dicintainya, tetapi seorang *ratu es* yang memerintah dengan tangan besi. "Kau...kau melakukan ini?" tanya Li Wei, suaranya tercekat. Xiao Rou tersenyum dingin. "Aku hanya mengambil kembali apa yang seharusnya menjadi milikku sejak awal, Yang Mulia. Kau terlalu sibuk menyelamatkan kerajaan hingga lupa menyelamatkan cintamu." Di akhir malam yang penuh darah dan pengkhianatan, Xiao Rou berdiri di atas singgasana yang baru direbut, gaun phoenix merahnya ternoda noda darah yang gelap. Dia memandang Li Wei, yang kini hanya menjadi bayangan dari dirinya sendiri. Balas dendamnya telah selesai – elegan, dingin, tapi *MEMATIKAN*. Dan kemudian, dia berbisik, "Sejarah baru saja menulis ulang dirinya sendiri..."
You Might Also Like: 0895403292432 Jual Skincare Yang Cocok
