Drama Abiss! Cinta Yang Menjadi Dosa Istana



Lentera-lentera bagai kunang-kunang abadi menari di atas permukaan Danau Bulan Sabit, menerangi riak air yang berbisik rahasia. Di dunia roh, di mana pepohonan perak menjulang ke langit ungu, Aethra terbangun. Ingatannya kabur, hanya serpihan rasa sakit dan kehilangan yang menyayat kalbunya. Ia tahu, kematiannya di dunia manusia, di istana tempat ia mengabdi sebagai Pelayan Istana yang paling setia, bukanlah akhir. Itu hanyalah AWAL.

Bayangan di dinding Istana Roh berbisik tentang takdir. Bayangan itu, yang anehnya memiliki suara mendiang bibinya, memperingatkan: "Cinta di dunia ini adalah RACUN, Aethra. Jauhi pangeran roh."

Pangeran roh, Lysander, berwajah seindah pahatan dewa dan mata sedalam jurang maut. Ia memancarkan pesona yang membuat Aethra gemetar. Lysander mengaku telah menunggunya selama berabad-abad, bahwa mereka ditakdirkan untuk bersama. Setiap kata yang diucapkannya, selembut sutra, meruntuhkan benteng pertahanan Aethra.

"Kau adalah reinkarnasi dari Dewi Bulan, Aethra. Ingatlah," bisiknya di bawah rembulan yang menggantung rendah, rembulan yang, konon, MENGINGAT setiap nama yang pernah terucap di dunia roh dan dunia manusia.

Namun, sesuatu terasa janggal. Mimpi-mimpi Aethra bercampur aduk, realitas dan fantasi saling bertukar tempat. Ia melihat kilasan masa lalunya sebagai pelayan istana, tawa riang bersama Putri Iris, sang pewaris tahta. Lalu, kegelapan. Tangan berlumuran darah. Penghianatan.

Di dunia manusia, Putri Iris kini menjadi ratu. Ia merasakan kehampaan yang tak terlukiskan, seolah separuh jiwanya telah hilang. Bayangan di cermin mulai berbicara padanya, menampakkan sosok Aethra, sahabatnya, yang kini terjebak di dunia roh.

Putri Iris, yang dibimbing bayangan Aethra, menemukan buku terlarang di perpustakaan istana. Buku itu mengungkap perjanjian kuno antara keluarga kerajaan dan bangsa roh. Perjanjian yang membutuhkan tumbal: nyawa. Aethra telah dijadikan tumbal untuk memberikan kekuatan abadi pada garis keturunan kerajaan.

LYSANDER, bukan mencintai Aethra, melainkan menggunakan dirinya untuk memperkuat kekuasaan di dunia roh. Cintanya adalah alat, takdirnya dimanipulasi. Dan kini, ia berencana untuk menghancurkan dunia manusia melalui Aethra, sang Dewi Bulan palsu.

Aethra, dengan bantuan Putri Iris yang menggunakan ilmu sihir kuno, berhasil mematahkan rantai takdirnya. Ia melawan Lysander, bukan dengan pedang atau sihir, melainkan dengan ingatan akan cinta sejati, cinta antara sahabat, cinta tanpa pamrih.

Di akhir pertarungan, Lysander lenyap menjadi debu, lenyap bersama ambisi dan kebohongannya. Aethra memilih untuk tetap di dunia roh, menjaga keseimbangan antara dunia manusia dan dunia para roh. Ia bukan Dewi Bulan, ia hanyalah Aethra, seorang pelayan istana yang menjadi pahlawan.

Putri Iris, di sisi lain, memimpin kerajaannya dengan bijaksana, selalu mengingat pengorbanan sahabatnya. Lentera-lentera di Danau Bulan Sabit masih menari, namun kini, mereka tidak lagi menyimpan rahasia, melainkan sebuah harapan.

Siapakah yang benar-benar dicintai? Dan siapakah yang menjadi korban manipulasi takdir? Jawabannya terukir dalam setiap hembusan angin, dalam setiap bayangan yang menari.

Dan di kedalaman hati, Aethra tahu, mantra itu masih berbisik: "Ingatlah, cinta adalah pilihan, bukan takdir."

You Might Also Like: 51 Cara Memilih Sunscreen Mineral

Post a Comment

Previous Post Next Post