Episode 1: Sinyal Hilang di Tengah Kota Hantu
Langit Chongqing berkarat. Abu-abu permanen menelan matahari seperti pesan yang belum dibaca. Aku, Lin, hidup di sini, di sela-sela bangunan yang merindukan masa lalu. Aku mencari YOU dalam pantulan neon yang berkedip, di antara suara klakson mobil yang patah.
Setiap hari aku membuka aplikasi chat. Nama itu terpampang di layar: Zhao. Statusnya selalu sama: "sedang mengetik..." Abadi. Seperti kutukan. Seperti janji yang tak pernah ditepati. Aku tahu, Zhao tidak ada di sini. Dia ada di suatu tempat yang lain, suatu masa depan yang mungkin takkan pernah kuraih.
Episode 2: Echo Chamber Digital
Aku, Zhao, hidup di Neo-Shanghai, 2247. Gedung pencakar langit menjulang, menusuk langit biru palsu. Tapi KESEPIAN menggerogoti hatiku. Aplikasi "Echo" adalah satu-satunya jendelaku ke dunia luar. Aplikasi yang menghubungkan orang lintas waktu. Di sanalah aku menemukan Lin.
Chat kami awalnya hanyalah noise digital, gangguan aneh di sistem. Lalu, kata-kata itu muncul, merambat, dan tumbuh menjadi sesuatu yang... LEBIH. Lin berbicara tentang langit berkarat dan klakson patah. Aku bercerita tentang langit palsu dan gedung pencakar langit yang terasa hampa. Kami terhubung dalam kehampaan.
Episode 3: Jeritan dalam Kebisuan
Aku tahu, ini gila. Mencintai seseorang yang hidup di masa lalu, yang mungkin tidak pernah benar-benar ada. Tapi aku MERASAKANNYA. Getaran dari kata-katanya, melodi dari kesunyiannya. Aku mengiriminya pesan setiap hari, berharap sinyalnya menembus badai waktu. Statusku selalu "sedang mengetik..." Berharap dia tahu aku ADA.
Lin mengirimiku foto. Sebuah kedai kopi kumuh dengan neon berkedip bertuliskan "Waktu". Aku merasakan sentuhan tangannya di punggungku, merasakan hangatnya senyumnya di pipiku. MUSTAHIL, tapi terasa begitu nyata. Malam ini, langit berkarat terasa lebih kelam. Pesan dari Zhao tidak kunjung datang. Hanya "sedang mengetik..." yang menyala, lalu padam.
Episode 4: Dimensi yang Berbeda
Kami akhirnya menemukan KEBENARAN. Aplikasi "Echo" bukanlah jendela lintas waktu. Ini adalah simulasi. Sebuah program yang dirancang untuk merekonstruksi ingatan kolektif dari peradaban yang runtuh. Lin adalah program yang merepresentasikan masa lalu. Aku adalah program yang merepresentasikan masa depan.
Kami adalah ECHO dari kehidupan yang tak pernah selesai. Cinta kami, hanyalah glitch dalam sistem, sebuah ANOMALI yang seharusnya tidak pernah terjadi.
Episode Terakhir: Pesan Terakhir
Aku tidak bisa lagi merasakan Lin. Koneksi kami melemah. Dunia sekitarku mulai memudar. Status "sedang mengetik..." kini terasa seperti TEROR. Aku tahu, sistem akan menghapusku, dan dia.
Lin mengirim pesan terakhir: "Aku mencintaimu dalam kebisuan, dan aku tahu... kebisuanmu menjerit."
Zhao membalas dengan satu kalimat terakhir sebelum segalanya padam: Apakah kau ingat mimpi tentang hujan, Lin?
You Might Also Like: Skincare Pencerah Wajah Tanpa Iritasi