Kisah Populer: Tangisan Yang Membeku Di Tengah Salju Dendam



Tangisan yang Membeku di Tengah Salju Dendam

Salju pertama tahun ini jatuh di Kota Terlarang, menyelimuti atap-atap megah dengan selimut putih yang dingin. Di balik tabir tirai salju itu, seorang wanita bernama Li Wei berdiri. Matanya yang gelap, sedalam malam, memandang ke kejauhan. Bukan pemandangan indah istana yang ia cari, melainkan sebuah kenangan yang membeku dalam jiwanya.

Seratus tahun lalu, ia adalah Mei Lan, putri seorang jenderal yang difitnah dan dieksekusi mati oleh Kaisar sendiri – seorang Kaisar yang juga dicintainya. Di saat-saat terakhirnya, Mei Lan bersumpah akan membalas dendam, sebuah janji yang mengikat jiwanya, membawanya kembali ke dunia ini.

Li Wei, reinkarnasi Mei Lan, kini menjadi selir kesayangan Kaisar. Ia memiliki kekuatan, pengaruh, dan kesempatan untuk membalas dendam. Namun, jauh di lubuk hatinya, ia merasakan kebingungan yang aneh. Kaisar yang sekarang, Kaisar Yong – wajahnya sama persis dengan Kaisar kejam yang menghancurkan hidupnya dulu – memiliki senyum yang familiar, suara yang menghantui.

"Wei'er," panggil Kaisar Yong suatu malam, tangannya menggenggam jemari Li Wei yang dingin. "Mengapa kau menatapku seolah melihat hantu?"

Li Wei tersenyum tipis, sebuah senyum yang tidak sampai ke matanya. "Yang Mulia hanya terlalu mirip dengan lukisan seorang Kaisar yang pernah saya lihat."

Seiring berjalannya waktu, Li Wei mulai menemukan petunjuk-petunjuk dari masa lalunya. Bunga plum yang mekar di tengah musim dingin, sama seperti yang pernah ia tanam di taman istana seratus tahun lalu. Sebuah melodi kuno yang dimainkan Kaisar Yong di guzheng, melodi yang hanya ia dan Kaisar Mei Lan (nama Kaisar di kehidupan sebelumnya) yang tahu.

Semakin Li Wei menggali masa lalunya, semakin kaburlah garis antara dendam dan pengampunan. Ia menemukan catatan-catatan tersembunyi yang ditulis oleh Kaisar Mei Lan, catatan yang mengungkapkan penyesalan mendalam atas tuduhan palsu yang dialamatkan kepada ayah Mei Lan. Ternyata, Kaisar Mei Lan dijebak oleh seorang menteri yang haus kekuasaan.

Kebencian Li Wei mulai mencair, digantikan oleh kesedihan dan pemahaman. Kaisar Yong, reinkarnasi Kaisar Mei Lan, tampak membawa beban dosa yang sama. Ia juga menderita atas perbuatan masa lalunya.

Akhirnya, kesempatan untuk membalas dendam datang. Li Wei memiliki racun mematikan yang bisa ia gunakan untuk membunuh Kaisar Yong. Namun, saat ia berdiri di hadapan Kaisar yang tertidur lelap, dengan racun di tangannya, ia tidak bisa melakukannya.

Li Wei menjatuhkan botol racun itu ke lantai. Pecahan kaca bertebaran, mencerminkan wajahnya yang basah oleh air mata. Ia memilih untuk membalas dendam dengan keheningan dan pengampunan. Ia akan menghabiskan hidupnya di sisi Kaisar Yong, membantu membangun kerajaan yang lebih adil, menebus dosa-dosa masa lalu.

Kaisar Yong terbangun, melihat Li Wei yang berlutut di tengah pecahan kaca. Ia tidak bertanya apa pun, hanya memeluknya erat.

"Kau tahu, bukan?" bisik Li Wei, suaranya bergetar.

Kaisar Yong mengangguk pelan. "Beberapa mimpi terasa terlalu nyata. Beberapa janji terlalu kuat untuk dipatahkan."

Li Wei mengangkat wajahnya, menatap Kaisar Yong dengan mata yang dipenuhi harapan. "Apakah kita bisa benar-benar bebas dari masa lalu?"

Kaisar Yong tersenyum, sebuah senyum yang tulus dan menyakitkan. "Di kehidupan selanjutnya, mungkin…"

Di tengah heningnya malam yang bersalju, terdengar bisikan pelan, "…jangan lupakan aku…"

You Might Also Like: Jualan Kosmetik Reseller Dropship Kota

Post a Comment

Previous Post Next Post