Endingnya Gini! Kau Berkata Aku Segalanya, Tapi Membuktikan Aku Bukan Apa-apa
Kau Berkata Aku Segalanya, Tapi Membuktikan Aku Bukan Apa-Apa Angin berdesir di antara lentera merah yang m…
Kau Berkata Aku Segalanya, Tapi Membuktikan Aku Bukan Apa-Apa Angin berdesir di antara lentera merah yang m…
Tangisan yang Menjadi Lantunan Sunyi Langit Jakarta, tahun 2345, adalah abu yang dipaksa menjadi biru. Maya…
Tangisan yang Tak Lagi Manusiawi Kabut menggantung di atas Sungai Abadi, selubung perak yang memisahkan dun…
Aku MENCium Racun dari Cangkirku, Tapi Rasanya Seperti Kepulangan Langit Kota Kekaisaran di musim semi sera…
Lentera-lentera bagai kunang-kunang abadi menari di atas permukaan Danau Bulan Sabit, menerangi riak air yan…
Janji yang Kulepaskan Dalam Hujan Gerimis menyentuh pipiku. Dinginnya menyengat, mengingatkanku pada malam …
Cahaya lampion menari-nari di langit malam, memantulkan kerlip bintang yang tak terhitung jumlahnya. Di teng…